Fajar dan senja yang masing masing memiliki keindahan dan eksotisme tersendiri. Jika fajar hadir membawa kehangatan, maka akupun bisa menikmati romantis suasana melalui senja yang perlahan menggelayut manja. Tapi, akan menjadi sangat tidak sopan apabila kemudian saya berniat untuk membandingkan kedua nya.

Masa lalu. Terkadang seperti luka yang akan mengering, gatal untuk di sentuh kembali. Tak jarang pula menuntut lebih dari itu. Menjadi bahan pembanding dengan masa masa yang sedang dijalani. Dan kali ini ia menyeruak melalui asap rokok yang ku hembuskan. Suara gemeritik bara api yang melahap campuran cengkeh dan tembakau perlahan menghanyutkanku kembali ke masa itu.

ah.. aku rindu kamu..

 

 

Leave a Reply