daily scrum?

Sebagai buruh pekerja kreatif di bidang startup teknologi informasi, pasti tidak asing dengan kata kata yang tersaji pada judul artikel ini di atas. Namun apakah kita semua sudah mengenalnya secara dekat? Apa saja perbedaan di antara ketiga hal tersebut? Apakah kita sudah benar benar mengimplementasikan hal hal tersebut di atas.

Scrum adalah sebuah kerangka kerja untuk menyelesaikan permasalahan kompleks yang senantiasa berubah, di saat yang bersamaan, menghasilkan produk bernilai tinggi dengan kreatif & produktif. ~ Scrum Guide (Juli 2013), Ken & Jeff.

Inti dari scrum adalah iterasi, cross-functional team, product-owner, dan scrum master. Semua hal tersebut diramu dalam backlog dan daily-sprint. Kelebihan yang didapat dari metodologi scrum ini adalah fleksibilitas dalam melaksanakan roadmap development dikarenakan sprint yang pendek

Dibandingkan dengan scrum, metodologi kanban memiliki struktur yang lebih sederhana. Kanban tidak memiliki kerangka proses sama sekali, melainkan perubahan roadmap yang disesuaikan dengan improvisasi.

Kanban vs Scrum

Jadi lebih baik mana antara kanban / scrum? Sebelum memilih kedua metodologi di atas, pengembangan perangkat lunak seharusnya memiliki kejelasan tujuan dahulu. Jika perusahaan / organisasi benar benar membutuhkan perubahan mendasar terhadap proses yang lebih efisien, scrum akan tampak lebih tepat. Namun jika perusahaan sudah memiliki proses yang ingin anda update tanpa merubah keseluruhan sistem, maka kanban bisa dijadikan pilihan anda

Kanban, Scrum dan Agile

Lalu apa itu agile? Agile adalah sekelompok metodologi pengembangan perangkat lunak yang didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama atau pengembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dari pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun. Secara garis besar kanban/scrum dengan agile ini dapat dianalogikan sebagai air dan es.

NB :

masukan dari mas widy agung

Perlu diingat, Agile itu metodologinya, ya isinya aturan2/prinsip2. Dan agile di sini diperuntukan utk pengembangan software yang membutuhkan waktu secepat mungkin (atau ketersediaan waktu yg pendek) dan adanya interaksi yg kuat di antara personel (krn agile lebih utama di interaksi bukan alat/teknologinya)

Nah gmn cara ngelakuinnya? tergantung kondisi, dan cara melakukannya ya dengan beberapa metode, salah satunya : XP (butuh disiplin tinggi, ada banyak iterasi kegiatas di dalamnya), Scrum (adanya Sprint yg kadang bikin lembur sampe berhari-hari) atau Kanban (sy blm tau prakteknya Kanban ini spt apa, mungkin mas Benx bs menambahkan di artikel hehe)

Leave a Reply