Setiap orang pasti memiliki standar akan sesuatu hal. Seperti yang saya lakukan untuk menilai sebuah tempat makan yang baru disinggahi layak untuk disinggahi hari berikut nya adalah dari menilik rasa nasi goreng yang dibuat. Bagi saya, ketika suatu tempat makan mampu mengolah dan menyajikan nasi goreng dengan sempurna di lidah saya, maka kemungkinan besar koki di tempat makan tersebut memiliki spiritualitas rasa yang sesuai dengan lidah saya.

Begitu pula dengan coffee shop. Standar yang saya gunakan untuk menilai kemampuan barista adalah dengan memesan cappuccino. Yup, cappuccino yang merupakan salah satu kopi khas dari italia. Keahlian dasar barista dalam meramu memilih biji kopi untuk dijadikan espresso, steam milk dan froth sangat dibutuhkan untuk membuat cappuccino yang sesuai dengan spiritualitas rasa yang saya inginkan.

Beberapa tempat kopi akan menyajikan cappuccino dengan rumus 1:2:2. Dengan harapan para penikmat awal dapat menikmati kombinasi cappuccino dengan banyak rasa menyenangkan dari susu. Namun bagi saya pribadi, integritas seorang barista akan terlihat dari cara dia menyajikan secangkir capuccino.

180ml, bukan 150ml ataupun 90ml. Saya termasuk penggemar kopi, karena itu untuk cappuccino saya selalu memilih double espresso. Espresso 30ml yang didapat dari 8gr biji kopi murni. Karena double shot espresso, maka akan menghasilkan 60ml espresso. Dengan rumus dasar cappuccino perpaduan antara espresso, steam milk dan froth adalah 1:1:1, satu cup cappuccino akan berisi 180ml.

Cappuccino

 

 

Leave a Reply