Go-jek, facebook dan lahan parkir sebelah rumah

Beberapa waktu lalu, timeline social media saya mulai diramaikan kicauan teman teman tentang privacy dan tos go-jek perihal keamanan data. Sedikit menggelitik memang, dikarenakan mengapa baru saat ini perihal tersebut ramai diperbincangkan setelah kurang lebih dua tahun aplikasi go-jek sendiri hadir di Indonesia. Tanpa mau memihak di sisi manapun, hal ini sudah saya sadari sejak pertama kali install go-jek apps. Oleh karena itu data dari nomer telpon hingga nama pun tidak menggunakan data asli saya melainkan menggunakan nama panggilan (masbenx :red).

Perihal privacy dan keamanan data ini memang sangat riskan. Hingga sangat jarang sekali vendor yang mau memberikan jaminan 100% keamanan perihal data ini. Jadi sangat wajar sekali apabila perusahaan sekaliber go-jek pun tidak yakin mampu memberikan jaminan keamanan data pengguna nya.

Tapi hal ini menjadi berbeda (dan bahkan viral) apabila penyampaian perihal ketidak-mampuan mereka dilakukan secara terbuka. Tentunya saya sendiri pun sebagai pelanggan akan kecewa saat membaca privacy policy mereka terkesan mengabaikan keamanan data pelanggan. Akan lebih diplomatis dan terkesan lebih baik apabila go-jek mampu memberikan penyampaian seperti yang facebook lakukan di terms mereka.

We do our best to keep Facebook safe, but we cannot guarantee it
– facebook terms –

Perbedaan penyampaian satu perihal yang sama dari dua perusahaan ini sebenarnya sudah menunjukkan perbedaan tingkat customer satisfaction dari kedua perusahaan tersebut. Jadi, apakah perusahaan anda merupakan perusahaan yang mencoba memperjuangkan kepuasan pengguna seperti facebook, atau hanya sebuah perusahaan yang selalu mencoba menyalahkan pengguna atas kehilangan barang pengguna, seperti lahan parkir sebelah rumah saya?

parkir sebelah rumah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *